Pindah alamat…

March 19th, 2008 by andikabayu

Sorryyy… Gw udah ganti alamat blog… di andikabayuherbowo.wordpress.com

langsung aja di klik :)

Semua udah ada yg ngatur

February 7th, 2008 by andikabayu

allaaaaaaahu akbar…
Beberapa bulan belakangan ini, aku semakin yakin kalo hidup ini sudah ada yang mengatur… Sudah nggak bisa aku sebutkan lagi berapa banyak contoh yang aku alami yang itu betul2 diluar kekuasaan aku… Sebagai contoh, beberapa minggu yang lalu, aku coba untuk ikut walk in interview Huawei. Aku pun tau kalo hari itu juga, aku musti bimbingan Tugas Akhir. Tapi aku tetep aja ikut interview Huaweii.Pikiran ku pada saat itu adalah, "Menyerahkan Seluruh nya pada Allah SWT,aku yakin Allah pasti akan mengatur seluruh nya dan memberikan yang terbaik pada ku". Dan ternyata benar, tiba2 dosen ku hari itu nggak bisa ke kampus, dan bimbingan ditunda.

Sekali lagi, itu cuman satu dari sekian banyak pengalaman ku yang betul2 nunjukin kalo semua nya sudah ada yang mengatur..
Dengan yakin bahwa Allah Maha Mengatur dan akan memberikan yang terbaik buat hamba Nya. So,
1. Jangan pernah takut untuk melangkah
2. Jangan pernah memunculkan banyak rasa kekhawatiran dalam diri, karena bisa jadi kekhawatiran itu tidak akan pernah terjadi..
3. Jangan pernah bersedih dan menyesali suatu kejadian, karena kejadian itu tidak terlepas dari ijin Allah. So, Allah pasti memberikan sesuatu dibalik itu semua…

4. Maju… Maju,… dan Maju,… Jangan pernah takut melangkah mengarungi ganasnya kehidupan… Karena ketika kita percaya penuh akan kekuatan dan ke Maha an Allah SWT, semua rintangan dan hambatan itu pasti mudah diatasi…

Ga kusangka…

October 1st, 2007 by andikabayu

Hallo pembaca… aku mau cerita pengalaman ni… Boleh lah ya… <<ya iya lah.. secara blog ku ndiri gitu loh…>>

Cerita nya gini, sabtu lalu (29 Sept 2007) aku rencana mau ambil tiket pesawat pesanan klien di kantor cabang salah satu maskapai peerbangan <sebuat aja maskapai X>. HArga tiket yang aku dapat tinggi banget, 859rbu…. Maklumlah mendekati lebaran… Nah, singkat cerita aku nyampe di kantor X jam 12.50. Waktu aku parkir motor, aku emang ngeliat tulisan "Closed" di pintu nya. Wah, telat ni… Tapi, waktu itu aku coba masuk aja, coz, kalo aku intip dari luar, didalam masih ada petugas nya… Begitu aku masuk, aku disambut oleh petugas tersebut, "Maaf mas, sudah tutup…". NAh, karna penasaran, saya tanya balik ke petugas tadi.. "Loh mbak emang kalo hari sabtu tutup jam brp???".. Aku bukan ngetest, tapi emang nggak tau.. Trus, mbak nya bilang "Jam 13 mas…". Spontan saya ngeliat jam dinding yang ngegantung di salah satu dinding kantor tersebut. Ternyata jam menunjukkan jam 12.50…Lah, trus kutanya lagi, sambil nunjuk jam dinding "Loh, mbak… disana  masih jam satu kurang tuh". Dibalas sama dia "Oh,jam nya kecepetan mas…". Nah, ,ulai saat itu, emosiku mulai naik ni… Jengkel dan kecewa campur aduk di hati ku… Trus, aku coba cek jam ku, jam ku jg masih jam satu kurang. MAsi ga percaya, aku coba ngelirik jam salah satu customer yang sedang duduk manis. Eh, ternyata masih jam satu kurang juga… Wah, langsung aja aku bales ke mbak nya "mbak, jam saya masih jam satu kurang ni, jam nya mas (customer yang aku lirik jam nya) ini juga jam satu kurang "… Ternyata, petugas tersebut diam aja, dia nyuekin aku… Trus, kutanya lagi (pasti dengan nada yang tinggi), "berarti kantor ini tutup nya bukan jam 13 ya mbak, tapi jam satu kurang..". Eh. dicuekin lagi… Ya udah aku tunggu aja trus disana.. Beberapa menit kemudian, dia bilang, "Mas, dateng nya besok aja ya… Kami buka jam 9".Trus, kutanya lagi (pasti dengan nada yang tinggi), "berarti kantor ini
tutup nya bukan jam 13 ya mbak, tapi jam satu kurang..". "Iya" kata peutugas tadi dengan wajah yang tidak bersahabat…
LAngsung aja aku pulang…

Selama dalam perjalanan pulang, jengkel banget rasa nya hati ini… Gimana nggak jengkel coba, sudah berangkat terburu2.. Naik motor siang2 kepanasan, jauh lagi… Eh, begitu nyampe, disuruh pulang lagi… (padahal kalo petugas tadi mau ngelayani aku, pasti nggak nyampe 5 menit udah slese koq…)
Sempet kepikiran untuk masukin komplain pelayanan maskapai X ke Pikiran Rakyat…
Ditengah2 kejengkelan ku, aku kepikiran.. Ah, cobain tanya ke travel… iseng2 aja…
BEgitu buka pintu masuk travel, wah… bersahabat sekali suasana nya…. Aku disambut dengan ramah… KEmudian aku tanya "Bisa nggak mbak saya ngambil tiket saya dari sini. Waktu itu saya booking di maskapai X". "Wah mas, nggak bisa, coz tiket yang bisa diambil dari travel, ya yang pesan di travel.. Emang mau ke mana n tanggal brp mas??". Lantas kubilang aja, "Mau ke Peknbaru tgl 7 okt…". Dengan cekatannya, dia mengecek di komputer nya… Tak lama kemudian, dia tanya lagi, "Mas, dapat harga brp??". Kubilang aja"859rbu mbak..". "Wah mas, maskapai yang sama, tanggal yang sama, jam yg sama, sekarang harga nya sedang turun ni… sekarang di harga 759 rbu… gmn mas?". Singkat cerita, akhir nya aku booking yang di travel tadi. Hari senin, aku kembali ke travel tadi untuk ambil tiket… NAh, waktu mau ngambil, si petugas travel bilang "Sebentar ya mas, saya intip kan harga terbaru lagi…". Tak lama kemudian "MAs, sekarang harganya turun lagi ni… Sekarang di harga 719 rbu. Sebentar mas, saya coba cek kan maskapai yang lain…". Singkat cerita, akhir nya aku dapat tikket seharga 310 rbu…

Hikmah YAng didapat…
Subhanallah, ternyata Allah emang PASTI memberikan yang terbaik buat kita.Walopun mungkin sempat menyakitkan sesaat… Bayangkan, kalo misal petugas maskapai X, mau ngelayani saya. Mungkin saya dapat tiket seharga 859rbu.. TApi,karna Allah nggak mengijinkan petugas maskapai X untuk ngelayani saya, saya dapat tiket seharga 310 rbu… Hemat 549 rbu euy… Alhamdulillah… Saya puas, klian saya pun pasti puas…. hehehehe

Ternyata bener ayat Al Quran(emang Al Quran selalu bener ya…). "…Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu….". Sobat pembaca, intinya, apapun yang terjadi pada kita, walaupun pahit dan menyakitkan hati, dan bahkan mungkin membuat kita sengsara, jangan pernah berburuk sangka pada Allah… KArena Allah sedang melewatkan kita ke jalan yang terbaik buat kita…. AKU YAKIN AKAN HAL ITU….

Semoga bermanfaat…

Pilih mana,Bekerja atau Berusaha ???

September 30th, 2007 by andikabayu

…Suatu hari aku merasa bimbang dan ragu akan jalur yang saya pilih. Kemudian, kucoba sharing dengan seorang pengusaha (yang menurut ku udah berhasil). Dan ternyata aku dapat balasan dari kawan si pengusaha tadi seperti dibawah…. <tulisan dibawah adalah karya bapak Suherman, salah satu motivator Entrepreneur…>
Terimakasih atas motivasi nya Pak…

Selamat membaca kawan…

======================================================================

Setiap manusia berusaha menyekolahkan anak-anaknya supaya jadi pintar dan pandai. Setelah lulus sekolah (baik lulus SD, SMP, SMU, S1 dst), tentunya mereka akan berkarir dengan harapan mendapatkan uang untuk kelangsungan hidup. Disisi lain jumlah tenaga kerja tidak sebanding dengan dunia kerja.
Ditambah lagi banyak perusahaan besar mem-PHK karyawan. Juga permasalahan bagi yang sudah dapat kerja. mereka masih banyak yang bingung soal karir dan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya, ketrampilannya dan minatnya.

Apalagi ditambah budaya indonesia yang masih mengkristal bahwa dunia kerja itu simbol orang berstatus. Sehingga para generasi muda tidak mau mendekati hal-hal yang berbau wirausaha, mereka gengsi karena takut tidak berstatus. Paham itu terutama dimiliki oleh orang-orang pribumi, sedangkan orang-orang warga keturunan memiliki paham sebaliknya. Tentunya pemikiran satu arah di abad ini untuk meniti karir cuma jadi pekerja adalah akan mengakibatkan penambahan pengangguran yang cukup besar.
Padahal menurut saya keduanya yaitu bekerja dan berwirausaha adalah sama-sama mencari REJEKI. Saya mencoba membedah antar pekerja dan wiraswasta.
Seorang yang mencari rejeki di dunia kerja itu ibarat berenang di dalam kolam renang. Kita tahu bahwa kolam renang itu semua serba terbatas. Sedangkan orang yg berkarir di wirausaha itu ibarat berenang di lautan yang luas. Coba lihat kedua perbedaan tsb dibawah ini:

1. Berenang di Kolam Renang
- Airnya bersih dan tidak asin
- Ukurannya tertentu misalnya luas 50 x 100 meter2, sehingga kita tidak bisa berenang seluas-luasnya misalnya kita mampupun , kita tidak mungkin menjebol kolam renang tsb untuk berenang lebih luas. Jadi sepintar apapun kita bisa berbagai macam gaya kita hanya ada di sekitar kolam yang luasnya 50 x 100 m2 tadi.
- Yang bisa berenang mesti punya sertifikat khusus. Kolam untuk anak kecil akan dibedakan dengan kolam orang dewasa dll.
- Tidak ada binatang buas seperti hiu, tapi jamnya tertentu jadi kalau bukanya jam 07 : 00 pagi, maka kita harus tepat jam 7 pagi.
- Yang sudah sering renang pasti bisa berbagai gaya.
- Banyak aturan dari pemilik kolam renang, maka harus mau mengikuti sistem tersebut dan mau dijalankan oleh sistem tersebut. Yang nggak mau mengikuti bisa dikeluarkan (PHK)

2. Berenang di Lautan yang luas
- Banyak ombaknya
- luasnya tak terbatas dari pulau ke pulau, dari negara ke samudra.
- Airnya asin
- Banyak binatang buas misal ikan hiu, ulat dll.
- Siapa saja boleh berenang dan tidak ada sertifikat khusus(mau SD, SMP, SMU, S1, S3 bisa berenang bareng).
- di laut bisa Bebas berenang kapan saja, mau malam, mau siang terserah bisa diatur sendiri.
- Yang sudah biasa berenang dilaut pasti bisa menjangkau makin jauh dari bibir pantai.
- Ukurannya luas jadi bisa renang sejauh mungkin, kalau mampu mungkin bisa menyebrangi samudra.

Dari perbedaan tersebut maka kita bisa tahu bahwa dunia kerja memang paling aman, sedangkan wirausaha itu banyak tantangannya dan resiko. Dari perbedaan tersebut diatas, saya akan coba terjemahkan

Di dunia kerja para pekerja tidak pernah menanggung resiko kerugian, mereka merasa aman dengan berangkat kerja sesuai aturan, kalau perusahaan untung bisa dapat bonus, ada tunjangan dan mereka harus mengikuti semua sistem yang ada di perusahaan, Karena pada hakekatnya pekerja adalah seseorang yang mau diatur oleh suatu sistem. Mereka bisa terus naik karir asal rajin, bisa mendekati atasan dan asal betah di perusahaan tersebut. Tapi tidak semua karir bisa dilalui, karena dunia kerja itu melihat lulusan terakhir sekolah misal S3( SD, SMP, SMU) atau S1 , S2 atau S3 beneran, pengalaman kerja dll. Misalnya seorang lulusan S1 belum tentu mendapatkan jabatan manajer karena sekarang banyak sekali orang lulus MBA. Jadi karir di dunia kerja sangat ditentukan oleh ilmu dan pengalaman (dan perkoncoan).

Setiap perusahaan memiliki budget anggaran untuk gaji setiap karyawan, karena perusahaan tentunya sudah ada hitungannya semua dan juga perusahaan biasanya effisiensi dg meminimalkan GAJI. Jadi tidaklah mungkin setiap tahun ingin naik gaji 100%. Dari fenomena di atas, banyak sekali para profesional memburu perusahaan bergaji besar dengan pindah-pindah kerja. Ibaratnya pindah kolam renang, dari kolam renang yang ukurannya 50 x 100 m2 pindah ke kolam renang yang ukurannya 100 x 150 m2. di samping itu pekerja juga punya RESIKO yaitu di PHK (tentang PHK ini banyak yg nggak disadari, sehingga kadang Pekerja mengklaim bahwa pekerja tidak punya RESIKO).
Berdasarkan buku Robert T. Kiyosaki di ceritakan bahwa Dia setiap bertemu teman yang baru pindah bekerja, mereka rata-rata menceritakan yang enak-enak akan tetapi , setelah Robert T. kiyosaki bertemu dg temen tadi di bulan kemudian, Dia bercerita jelek-jeleknya di perusahaan tersebut. Itulah kenyataan yang ada dilapangan dan penuh dengan fakta.
Dari keunggulan dan kelemahan tersebut maka bila berkarir di dunia kerja sebaiknya:
- Bekerjalah yang profesional
- Nikmati pekerjaan tersebut
- Jangan menjelekan perusahaan karena kenaikan gaji kecil(semua ada budgetnya dan hitungannya)
- Tidak usah main cemburu sesama pekerja, tidak ada untungnya kalaupun berhasil dengan cara negatif dalam berkarir itu tidak barokhah. Kita juga harus tahu bahwa yang adil itu cuma tuhan. tetaplah bekerja yang profesional dan ikhlas.
- Sadarlah bahwa ruang lingkup kolam renang itu ada limitnya misal ukurannya Cuma 50 x 100 m2, yg memang segitu.
- Sadarlah bahwa karyawan adalah PENGABDI dan dijalankan oleh suatu sistem, maka bila You suka maka teruskan, you tidak suka maka sebaiknya pergi saja.
- Banyak berkacalah pada para abdi dalem kraton, kalau perlu ngobrol sama dia. Kenapa DIA dari generasi ke generasi mereka mau mengabdi. Ingat bahwa Karyawan juga PENGABDI sama halnya dg abdi dalem.
- Kita harus sadar dengan pengalaman kerja kita juga ilmu yang kita punyai, juga sikap kita , bila perusahaan masih belum memberi jabatan yg dikehendaki.
- Kita harus tahu hukum alam yaitu bahwa Yang sudah punya merek profesional ulet di dunia kerja itu orang Jepang , eropa dan amerika(ibarat TV merek sony dg Samsung tentu akan dibedakan harganya), itu juga karena faktor orang sono sudah mampu membikin merek-merek mereka sendiri sebagai keberhasilan kewirausahaan negara tersebut . jadi Kalau kita telah bekerja keras tapi karir kurang bagus atau gaji dibedakan kita harus sadar bahwa itu mungkin bagian dari hukum alam.
Lalu bagaimana yang berkarir di wirausaha?
Terjun wirausaha itu sangat sulit sekali untuk membuka pertama kalinya, karena ibarat berenang di laut yaitu banyak ombaknya dan ada binatang yang bisa mematikan dll. Tapi mau yang lulusan S3 (SD, SMP, SMU) , S1 , S2, atau S3 beneran. Mereka bisa sama-sama berenang sebebasnya. Mereka bebas berenang kapan saja mau pagi , mau malam, mau siang, terserah siapa yang mau berenang kapanpun waktunya. Tidak ada yang mengawasi.

Hasilya Ternyata di dunia nyata, sudah terbukti bahwa perekonomian suatu bangsa ditentukan oleh para wirausahawan sukses, bahkan di negara maju rata-rata pemimpin negara kebanyakan berlatar belakang wirausaha. Itu fakta nyata, mungkin karena tantangannya dan ujian terlalu berat. Suksesnya wirausaha adalah benar-benar bos, sedangkan suksesnya seorang yang berkarir di dunia kerja tentu masih dibatasi oleh aturan-aturan pemilik modal walupun posisi paling tinggi sekalipun, masih dijalankan oleh suatu sistem, jam kerjanya masih diatur, masih dikejar target oleh pemilik, kalaupun dia mampu berbagai gaya tentu hasil yg dihasilkan masih jauh lebih kecil dibandingkan pemilik . Itulah makanya dikatakan bahwa terjun wirausaha ibarat berenang di lautan yg luas tak terbatas. Siapa yang mampu maka bisa menyeberangi samudra dan tidak ada batas maksudnya kalau lebih mampu lagi maka bisa jadi konglomerat. Dan terbukti juga bahwa 90% dari kekayaan di dunia ini dimiliki oleh
PEBISNIS.

Nah dari cerita di atas, kita bisa mengoreksi diri-sendiri. …
- apakah MENTAL kita itu TIPE PENGBDI atau bukan ?.
- Apakah kita lebih suka tantangan atau takut tantangan ?
- Apakah kita lebih suka dijalankan suatu sistem atau lebih suka yg membuat sistem?
- Apakah kita berani mau berhadapan dengan binatang-binatang buas di lautan yg luas tak terbatas atau tidak ?
- Apakah kita punya perasaan dipenjara atau tidak bila duduk disuatu ruangan yg ukurannya Cuma 4 x 5 m2 setiap hari ?
- Apakah kita suka setiap hari harus dikejar target atau malah senang membuat target ?
- Apakah kita takut resiko atau lebih suka resiko?
- Apakah kita punya mimpi punya penghasilan tak terbatas atau lebih suka pengahasilan terbatas?
- Apakah kita merasa senang kalau disuruh-suruh atau tidak ?
- Apakah kita siap setiap saat dibentak-bentak orang atau lebih suka dibentak-bentak ?

Dari pertanyaan tersebut ANDALAH YANG BISA MENJAWAB ….jadi bukan orang lain yang menjawab. Dan masalah tertarik BERWIRAUSAHA atau menjadi KARYAWAN , cobalah tanya ke pribadi masing-masing. Apa mental kita sebenarnya ????

Para motivator di millis ini pada HAKEKATNYA HANYALAH MEMBUKA MATA ANDA melalui motivasi-motivasi tentang BERWIRAUSAHA, apakah kita bener-bener jenis ELANG yg bisa terbang bebas atau memang kita bener-bener seekor ayam yg tidak bisa terbang bebas ?

Kalau anda merasa jenis Elang, apa salahnya mencoba…?? ???????

kita kan nggak tahu bahwa mungkin kita sebenarnya adalah ELANG yg ada di sekumpulan seekor ayam, karena adanya kolonialisasi lalu kita merasa Cuma seekor ayam .TANPA MENCOBA maka kita hanyalah akan yakin bahwa kita benar-benar seekor ayam yg siap disembebelih kapanpun(PHK) . dan kita harus siap, krn itu salah satu resiko Pekerja.

Suherman

Kok gini ya…

September 11th, 2007 by andikabayu

Sabtu lalu aku bergabung ama Senior camp untuk dateng ke acara Mabim di Puntang…
Di Puntang kami ingin memberikan suatu "tamparan" kepada HMIF dan MABIM supaya mereka mau berubah jadi lebih baik….
Dan tamparan pun berhasil kami lakukan… Masalah tujuuan dari "tamparan" itu berhasil ato nggak, tergantung bagaimana tanggapan dari yang nerima "tamparan" tersebut (hal ini diluar kemampuan kami)…

beberapa saat kemudian (Waktu jurit malem), ada seorang peserta yang bilang ke kami, "kakak2 senior kenapa nggak menunjukkan sikap kesenioran kepada kami, yang mengayomi dan mendidik"…
Nah loh, inilah yang aku bingung kan… Banyak diantara kita yang punya paradigma, bahwa pelajaran selalu diberikan dengan lemah lembut, penuh perasaan, penuh belaian kasih dan cara2 halus lainnya.. Menurutku, ini adalah pandangan yang salah… Tidak selamanya pelajaran tuh diberikan dengan lemah lembut dan cara2 yang halus… Dalam kasus tertentu, pelajaran yang kasar dan sadis perlu dilakukan…

Apakah Allah selalu memberikan pelajaran pada umat Nya dengan keberhasilan selalu??? TIDAK… !!! Musibah pahit pun terkadang diberikan Nya untuk memberikan pelajaran kepada kita… Permasalahannya adalah, bagaimana kita menanggapi  pelajaran ini…. Jangan selalu negatif thinking terhadap sesuatu… Karena dengan negatif thinking, sangat sulit kebenaran dan pelajaran masuk ke dalam pikiran dan hati kita… Yakinlah….

Kesimpulannya, selalulah beerpikiran positif dalam menghadapi sesuatu…

Pertumbuhan Pengusaha Muda di Jawa Barat Masih Lamban

August 1st, 2007 by andikabayu

<artikel ini betul2 membuat bara api di dada ku semakin panas… smoga kalian yang membaca juga bisa merasakan hal serupa… Amin… Artikel ini aku copy-paste dari http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/24/Jabar/11529.htm

Selamat membaca… smoga bermanfaat>

 

Bandung,
Kompas - Jumlah pengusaha muda di Jawa Barat relatif sedikit.
Pertumbuhannya pun sangat lamban. Ditengarai, masih banyak perguruan
tinggi yang tidak menanamkan sikap kewirausahaan kepada mahasiswanya.
 

Ketua
Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat Eggi Suzetta
mengatakan, sampai saat ini keinginan masyarakat usia muda untuk
berwiraswasta masih rendah.

"Sangat
sedikit anak muda yang mau menjadi pengusaha. Dari 100 orang, mungkin
15-20 orang saja yang mau jadi pengusaha. Sisanya memilih menjadi
pekerja," kata Eggi, Jumat (23/3) di Bandung.

Rendahnya
keinginan menjadi pengusaha di usia muda karena perguruan tinggi belum
mengembangkan sikap untuk berwiraswasta. Kesulitan modal acap kali
menjadi alasan terbesar mereka tidak mau melirik dunia wirausaha.

"Belum-belum,
sudah bingung mikirin modal. Yang mereka butuhkan itu cukup kreativitas
menciptakan usaha yang sifatnya inovatif," kata Eggi.

Pendidikan
yang belum mengembangkan sikap kreativitas, kemandirian, dan berani
menerima tantangan
, kata pengamat ekonomi Universitas Padjadjaran Rina
Indiastuti, adalah penyebab utama rendahnya mental wirausaha pada
generasi muda.
 

Akibatnya,
pengusaha-pengusaha muda ini lebih didominasi laki-laki, sedangkan
perempuan muda cenderung pasif. Oleh sebab itu, sikap kewirausahaan
seharusnya sudah mulai ditanamkan melalui pendidikan sejak usia dini.

Akan
tetapi, iklim usaha yang belum menjanjikan membuat pengusaha-pengusaha
muda belum berani terjun secara tuntas mengembangkan bisnisnya. "Mereka
hanya baru memanfaatkan peluang yang ada, belum tuntas mengembangkan
usahanya," kata Rina.

Umumnya,
pengusaha-pengusaha muda masih banyak yang belum berani memulai dan
membuka usaha baru. Lebih dari 55 persen pengusaha muda yang ada saat
ini meneruskan usaha milik orangtua atau keluarganya karena kondisinya
lebih stabil dan lapangan usahanya sudah terbentuk. Adapun yang
benar-benar memulai dari awal hanya sekitar 40 persen.

Di
Bandung, kata Eggi, jenis usaha yang banyak dilirik anak muda adalah
jasa makanan, seperti kafe dan restoran, serta produk pakaian kreatif,
seperti distribution store (distro). Sementara yang banyak diincar
pengusaha muda di Indonesia adalah sektor energi, seperti batu bara,
kelapa sawit, dan agroindustri, yang menghasilkan sumber energi.

"Nilai
produk energi sekarang mungkin masih rendah, tetapi beberapa tahun lagi
harganya bisa empat lima kali lipat. Seperti kelapa sawit, harga
sekarang masih murah, nanti pasti akan mahal," ujar Eggi.

Rina
menambahkan, ukuran kesuksesan berwirausaha tidak bisa dihitung dengan
waktu. Kemampuan pengusaha muda adalah memanfaatkan peluang bisnis yang
ada, menciptakan produk yang unik, dan belum memiliki banyak pesaing.
Pengusaha yang berhasil adalah yang bisa menumbuhkan dan memperluas
usahanya. (THT)

<Smoga artikel ini dibaca oleh para pejabat2 kampus dan para orang tua-orang tua atau kawan2 ku  yang masih memandang sebelah mata dunia Entrepreneur….

Go… !!!! Segera bangkit kawan…. Ubah paradigma kallian…. !!!!!>

HUuuuaaaAAAAhhhhhh……..

July 5th, 2007 by andikabayu

Saat ini, adalah masa-masa kritis ku di kampus STT ini. Perjalanan ku selama di STT ini, aku analogikan dengan cerita berikut. Simak baik2, dan gunakan akal tersehat yang pernah kamu gunakan.

Beberapa tahun yang lalu aku berlari bersamaan dengan kawan2 ku dalam satu jalan yang cukup besar (Masa-masa SMU). Ketika sampai di suatu persimpangan (jeda antara SMU dengan kuliah), aku melihat banyak sekali lorong2 kecil di depan mata. Ada lorong Kedokeran, teknisi, psikologi, dan lain sebagainya…. Untuk lorong manajemen, akuntansi dan lain sebagainya tampak gelap dan tidak menjanjikan di mataku. Ada 1 lorong yang tampak indah dan menggiurkan, yaitu, INFORMATIKA STT TELKOM. akHIRNYA, tanpa pikir panjang, aku memilih lorong itu dan berlari kencang. Tiap tikungan yang berkelok aku lewati dengan lihainya. Semester satu, aku masi menikmati. DI semester 2 ini, lorong yang aku lewati ternyata ada 2 jalan, jalan mulus untuk berlari, dan satu lagi adalah jalan berkubang penuh air yang harus aku lalui. Kedua pilihan itu berjalan beriringan (jalan berkubang adalah dunia organisasi, jalan mulus adalah fokus untuk belajar). AKu pun memilih menceburkan diri ke dalam kubangan tersebut sambil berenang ke depan. Di dalam kubangan ini, aku banyak menelan air kubangan (ilmu2 softskill di organisasi). Tidak hanya menelan air kubangan, ketika aku menyelam, aku melihat suatu mutiara indah (dunia entrepreneur) yang sangat menggiurkan. TAnpa pikir panjang, aku pun membawa mutiara tersebut. Bila dibandingkan, Orang yang berenang dengan orang berlari, pasti lebih cepat yang berlari kan… Aku tidak hanya berenang, tapi aku berenang dan juga membawa mutiara. (Berorganisasi sekaligus berbisnis). Nah, disaat aku basah kuyup di dunia organisasi, akademik ku sedikit keteteran… Semester 6 aku mulai menyadari akan hal ini. TApi sudah terlanjur basah, tidak mungkin aku berpinadah ke jalan yang mulus…., aku hentikan renangku, tarik nnafas dalam2, dan aku lanjutkan renang ku lagi dengan kecepatan yang lebih tinggi, tak lupa mutiara tersebut tetap aku bawa. Alhasil, semester 6-7, nilai ku lumayan baik…. NAh, semester 8 adalah akhir dari selokan (organisasi) tersebut. Aku pun bergegas naik ke atas tanah, membersihkan pakaian dan badanku. Ketika sedang enak bernafas terengah2, tiba2 saya ditawarin ‘tuk kembali lagi ke selokan yang lebih dangkal dan pendek (dunia kepanitiaan organisasi). AKu pun lebih memilih untuk melompati kubangan kecil tersebut sambil tetap memegang erat mutiara ku. Fiuhh… akhirnya lolos juga aku dari kubangan tersebut. Hhhh… hhhh… nafasku terengah2 sampai disini. Tapi aku tidak bisa berhenti begitu saja, aku harus melanjutkan perjuangan ke depan. Tiba2 saya menemui sebuah jalan buntu. Ternyata, aku kepentokk dengan sebuah dinding tebal nan tinggi.. Tiap kali aku berusaha melompat, selalu gagal, aku coba sekali, tetap gagal… Lompatan pertama, kedua, ketiga, hingga keempat selalu gagal… Banyak kawan2 ku yang berhasil melompati dinding itu dengan mudahnya.. Entah kenapa aku sulit sekali melompati dinding ini…. <TAhukah kamu, apakah dinding itu???? Dinding itu adalah TA…… > Aku cobba evaluasi, apakah karena mutiara yang aku bawa ini… Sehingga, badanku terbebani untuk melompati dinding tersebut??? Sempat terpikir oleh ku, untuk meninggal kan smentara mutiara ini, supaya lompatanku lebih ringan… TApi… TIDAKK…. AKu akan tetap memegang erat mutiara ini sambil mendaki dinding tersebut…  Ini lah beban yang harus aku ubah menjadi tantangan… Nothing is impossible if I believe in Allah….

Nantikan aku di bulan MARET 2008….

<<cerita ini aku tulis ketika aku stack dengan judul TA…>>

Tragedi Dua Sembilan….

January 26th, 2007 by andikabayu

Yaaaa…. seperti biasalah… Di akhir suatu edukasi pastilah ada ujian…
Begitu juga di STT…
UNtuk mengakhiri status mahasiswa, haruslah Tugas Akhir terlebih dahulu…
Angka 29  dan 14  betul2 terasa nikmatnya….
Karena pada tanggal 29 Januari pukul 14, adalah dedline pengajuan proposal TA…
Frustasi,kompetisi (ngantri dosen), emosi, dan lain2 menghinggapi hati mereka…
Sampai2 ada temen saya yang alergi dengan google,tanggalan, dan terutama dua kata (TA)…
separah itukah mengerjakan TA?????

Santai lah kawan2 ku yang belum dapat mengerjakan TA…
Yakinlah ini jalan terbaik yang diberikan Allah pada kita… Mungkin kita di suruh untuk mengembangkan diri lagi??? Untuk memperbaiki nilai lagi???? Untuk memperbaiki silaturahmi dengan civitas akademika STT ato yang lain… Semua hikmah yang diberikan Allah hanyalah kita yang dapat mempersepsikannya…
Besar harapan semoga nasib yang kita hadapi sesuai dengan pernyataan ini "MUNDUR SATU LANGKAH, UNTUK MELOMPAT JAUH KE DEPAN " Amin…

tahu lagu ini kan>>>
aku sedih…
duduk sendiri…
ambil tali…
bunuh diri…
……..
……..

Nah, sekarang coba lirik nya diganti ini>>>>
Aku sedih…
TA nggak jadi…
Mundur lagi…
Sekali lagi…

Tapi ku Happy
Tidak frustasi…
kembangkan diri…
menuju mandiri….

hehehehe…. :P
 

..:: Change Ur Result, Change Ur Action ::..

January 4th, 2007 by andikabayu

Di sekitar kita ato mungkin kita sendiri, sering sekali menginginkan sesuatu yang beda.
Nilai ujian yang lebih baik lah, penampilan yang lebih baik, respons temen yang lebih baik, gaji yang lebih baik…
Tapi, aneh nya, itu hanya perubahan di impian… Tapi, action tetep aja kayak yang lama…
Ya gimana mau dapet hasil yang beda kalo aksi nya aja nggak beda.
If u do A, u will get A. If u do A, it’s impossible to get B.
So, kamu berani merubah impian, berarti kamu berani juga merubah aksi mu…
Change Ur Action!!

..:: Pilih Aja Atuh ::..

January 4th, 2007 by andikabayu

Sebelumnya saya minta maaaaffff, kalo ntar ada kata2 yang menyinggung..
Masalahnya, tulisan ini betul2 sangat sensitif (bagi yang ngerasa si…)…
Saya pernah mendengar pernyataan seperti ini..
"Ternyata kemiskinan material itu identik dengan kemiskinan semangat hidup,
miskin visi, miskin motivasi
"..
Hmmm… kalo dipikir2 bener juga si… Pernahkah anda ngobrol ama orang2 yang masuk kategori miskin???
Bagaimana tanggapan anda dengan cara ngobrol nya?? Sejauh ini, setiap penulis ngobrol dengan orang2 tersebut, betul2 terasa low spirit nya.
Ibarat sudah tidak punya semangat hidup lagi…
Nah,inilah salah satu bukti bahwa "Apa yang kamu lakukan, itu yang kamu dapatkan"
Nah, sekarang masa depan kita betul2 ada di tangan kita sendiri (Walopun keputusan terakhir tetap dari Allah).
Kita sendiri yang akan menentukan masa depan kita.
Setiap hal yang kita lakukan detik ini, pasti akan berefek di kemudian hari…
Silahkan pilih jalan hidup anda dari sekarang… !!!!!
Kalo sekarang main game… apa efek bagi masa depan kita???
Kalo sekarang ngobrol n ngerumpi,apa efek buat masa depan kita???
Kalo sekarang ngelamun, apa efek buat masa depan kita???

Sekali lagi!!! Masa depan mu ada di tangan mu….