Pertumbuhan Pengusaha Muda di Jawa Barat Masih Lamban
Wednesday, August 1st, 2007<artikel ini betul2 membuat bara api di dada ku semakin panas… smoga kalian yang membaca juga bisa merasakan hal serupa… Amin… Artikel ini aku copy-paste dari http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/24/Jabar/11529.htm
Selamat membaca… smoga bermanfaat>
Bandung,
Kompas - Jumlah pengusaha muda di Jawa Barat relatif sedikit.
Pertumbuhannya pun sangat lamban. Ditengarai, masih banyak perguruan
tinggi yang tidak menanamkan sikap kewirausahaan kepada mahasiswanya.
Ketua
Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat Eggi Suzetta
mengatakan, sampai saat ini keinginan masyarakat usia muda untuk
berwiraswasta masih rendah.
"Sangat
sedikit anak muda yang mau menjadi pengusaha. Dari 100 orang, mungkin
15-20 orang saja yang mau jadi pengusaha. Sisanya memilih menjadi
pekerja," kata Eggi, Jumat (23/3) di Bandung.
Rendahnya
keinginan menjadi pengusaha di usia muda karena perguruan tinggi belum
mengembangkan sikap untuk berwiraswasta. Kesulitan modal acap kali
menjadi alasan terbesar mereka tidak mau melirik dunia wirausaha.
"Belum-belum,
sudah bingung mikirin modal. Yang mereka butuhkan itu cukup kreativitas
menciptakan usaha yang sifatnya inovatif," kata Eggi.
Pendidikan
yang belum mengembangkan sikap kreativitas, kemandirian, dan berani
menerima tantangan, kata pengamat ekonomi Universitas Padjadjaran Rina
Indiastuti, adalah penyebab utama rendahnya mental wirausaha pada
generasi muda.
Akibatnya,
pengusaha-pengusaha muda ini lebih didominasi laki-laki, sedangkan
perempuan muda cenderung pasif. Oleh sebab itu, sikap kewirausahaan
seharusnya sudah mulai ditanamkan melalui pendidikan sejak usia dini.
Akan
tetapi, iklim usaha yang belum menjanjikan membuat pengusaha-pengusaha
muda belum berani terjun secara tuntas mengembangkan bisnisnya. "Mereka
hanya baru memanfaatkan peluang yang ada, belum tuntas mengembangkan
usahanya," kata Rina.
Umumnya,
pengusaha-pengusaha muda masih banyak yang belum berani memulai dan
membuka usaha baru. Lebih dari 55 persen pengusaha muda yang ada saat
ini meneruskan usaha milik orangtua atau keluarganya karena kondisinya
lebih stabil dan lapangan usahanya sudah terbentuk. Adapun yang
benar-benar memulai dari awal hanya sekitar 40 persen.
Di
Bandung, kata Eggi, jenis usaha yang banyak dilirik anak muda adalah
jasa makanan, seperti kafe dan restoran, serta produk pakaian kreatif,
seperti distribution store (distro). Sementara yang banyak diincar
pengusaha muda di Indonesia adalah sektor energi, seperti batu bara,
kelapa sawit, dan agroindustri, yang menghasilkan sumber energi.
"Nilai
produk energi sekarang mungkin masih rendah, tetapi beberapa tahun lagi
harganya bisa empat lima kali lipat. Seperti kelapa sawit, harga
sekarang masih murah, nanti pasti akan mahal," ujar Eggi.
Rina
menambahkan, ukuran kesuksesan berwirausaha tidak bisa dihitung dengan
waktu. Kemampuan pengusaha muda adalah memanfaatkan peluang bisnis yang
ada, menciptakan produk yang unik, dan belum memiliki banyak pesaing.
Pengusaha yang berhasil adalah yang bisa menumbuhkan dan memperluas
usahanya. (THT)
<Smoga artikel ini dibaca oleh para pejabat2 kampus dan para orang tua-orang tua atau kawan2 ku yang masih memandang sebelah mata dunia Entrepreneur….
Go… !!!! Segera bangkit kawan…. Ubah paradigma kallian…. !!!!!>