Pilih mana,Bekerja atau Berusaha ???

…Suatu hari aku merasa bimbang dan ragu akan jalur yang saya pilih. Kemudian, kucoba sharing dengan seorang pengusaha (yang menurut ku udah berhasil). Dan ternyata aku dapat balasan dari kawan si pengusaha tadi seperti dibawah…. <tulisan dibawah adalah karya bapak Suherman, salah satu motivator Entrepreneur…>
Terimakasih atas motivasi nya Pak…

Selamat membaca kawan…

======================================================================

Setiap manusia berusaha menyekolahkan anak-anaknya supaya jadi pintar dan pandai. Setelah lulus sekolah (baik lulus SD, SMP, SMU, S1 dst), tentunya mereka akan berkarir dengan harapan mendapatkan uang untuk kelangsungan hidup. Disisi lain jumlah tenaga kerja tidak sebanding dengan dunia kerja.
Ditambah lagi banyak perusahaan besar mem-PHK karyawan. Juga permasalahan bagi yang sudah dapat kerja. mereka masih banyak yang bingung soal karir dan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya, ketrampilannya dan minatnya.

Apalagi ditambah budaya indonesia yang masih mengkristal bahwa dunia kerja itu simbol orang berstatus. Sehingga para generasi muda tidak mau mendekati hal-hal yang berbau wirausaha, mereka gengsi karena takut tidak berstatus. Paham itu terutama dimiliki oleh orang-orang pribumi, sedangkan orang-orang warga keturunan memiliki paham sebaliknya. Tentunya pemikiran satu arah di abad ini untuk meniti karir cuma jadi pekerja adalah akan mengakibatkan penambahan pengangguran yang cukup besar.
Padahal menurut saya keduanya yaitu bekerja dan berwirausaha adalah sama-sama mencari REJEKI. Saya mencoba membedah antar pekerja dan wiraswasta.
Seorang yang mencari rejeki di dunia kerja itu ibarat berenang di dalam kolam renang. Kita tahu bahwa kolam renang itu semua serba terbatas. Sedangkan orang yg berkarir di wirausaha itu ibarat berenang di lautan yang luas. Coba lihat kedua perbedaan tsb dibawah ini:

1. Berenang di Kolam Renang
- Airnya bersih dan tidak asin
- Ukurannya tertentu misalnya luas 50 x 100 meter2, sehingga kita tidak bisa berenang seluas-luasnya misalnya kita mampupun , kita tidak mungkin menjebol kolam renang tsb untuk berenang lebih luas. Jadi sepintar apapun kita bisa berbagai macam gaya kita hanya ada di sekitar kolam yang luasnya 50 x 100 m2 tadi.
- Yang bisa berenang mesti punya sertifikat khusus. Kolam untuk anak kecil akan dibedakan dengan kolam orang dewasa dll.
- Tidak ada binatang buas seperti hiu, tapi jamnya tertentu jadi kalau bukanya jam 07 : 00 pagi, maka kita harus tepat jam 7 pagi.
- Yang sudah sering renang pasti bisa berbagai gaya.
- Banyak aturan dari pemilik kolam renang, maka harus mau mengikuti sistem tersebut dan mau dijalankan oleh sistem tersebut. Yang nggak mau mengikuti bisa dikeluarkan (PHK)

2. Berenang di Lautan yang luas
- Banyak ombaknya
- luasnya tak terbatas dari pulau ke pulau, dari negara ke samudra.
- Airnya asin
- Banyak binatang buas misal ikan hiu, ulat dll.
- Siapa saja boleh berenang dan tidak ada sertifikat khusus(mau SD, SMP, SMU, S1, S3 bisa berenang bareng).
- di laut bisa Bebas berenang kapan saja, mau malam, mau siang terserah bisa diatur sendiri.
- Yang sudah biasa berenang dilaut pasti bisa menjangkau makin jauh dari bibir pantai.
- Ukurannya luas jadi bisa renang sejauh mungkin, kalau mampu mungkin bisa menyebrangi samudra.

Dari perbedaan tersebut maka kita bisa tahu bahwa dunia kerja memang paling aman, sedangkan wirausaha itu banyak tantangannya dan resiko. Dari perbedaan tersebut diatas, saya akan coba terjemahkan

Di dunia kerja para pekerja tidak pernah menanggung resiko kerugian, mereka merasa aman dengan berangkat kerja sesuai aturan, kalau perusahaan untung bisa dapat bonus, ada tunjangan dan mereka harus mengikuti semua sistem yang ada di perusahaan, Karena pada hakekatnya pekerja adalah seseorang yang mau diatur oleh suatu sistem. Mereka bisa terus naik karir asal rajin, bisa mendekati atasan dan asal betah di perusahaan tersebut. Tapi tidak semua karir bisa dilalui, karena dunia kerja itu melihat lulusan terakhir sekolah misal S3( SD, SMP, SMU) atau S1 , S2 atau S3 beneran, pengalaman kerja dll. Misalnya seorang lulusan S1 belum tentu mendapatkan jabatan manajer karena sekarang banyak sekali orang lulus MBA. Jadi karir di dunia kerja sangat ditentukan oleh ilmu dan pengalaman (dan perkoncoan).

Setiap perusahaan memiliki budget anggaran untuk gaji setiap karyawan, karena perusahaan tentunya sudah ada hitungannya semua dan juga perusahaan biasanya effisiensi dg meminimalkan GAJI. Jadi tidaklah mungkin setiap tahun ingin naik gaji 100%. Dari fenomena di atas, banyak sekali para profesional memburu perusahaan bergaji besar dengan pindah-pindah kerja. Ibaratnya pindah kolam renang, dari kolam renang yang ukurannya 50 x 100 m2 pindah ke kolam renang yang ukurannya 100 x 150 m2. di samping itu pekerja juga punya RESIKO yaitu di PHK (tentang PHK ini banyak yg nggak disadari, sehingga kadang Pekerja mengklaim bahwa pekerja tidak punya RESIKO).
Berdasarkan buku Robert T. Kiyosaki di ceritakan bahwa Dia setiap bertemu teman yang baru pindah bekerja, mereka rata-rata menceritakan yang enak-enak akan tetapi , setelah Robert T. kiyosaki bertemu dg temen tadi di bulan kemudian, Dia bercerita jelek-jeleknya di perusahaan tersebut. Itulah kenyataan yang ada dilapangan dan penuh dengan fakta.
Dari keunggulan dan kelemahan tersebut maka bila berkarir di dunia kerja sebaiknya:
- Bekerjalah yang profesional
- Nikmati pekerjaan tersebut
- Jangan menjelekan perusahaan karena kenaikan gaji kecil(semua ada budgetnya dan hitungannya)
- Tidak usah main cemburu sesama pekerja, tidak ada untungnya kalaupun berhasil dengan cara negatif dalam berkarir itu tidak barokhah. Kita juga harus tahu bahwa yang adil itu cuma tuhan. tetaplah bekerja yang profesional dan ikhlas.
- Sadarlah bahwa ruang lingkup kolam renang itu ada limitnya misal ukurannya Cuma 50 x 100 m2, yg memang segitu.
- Sadarlah bahwa karyawan adalah PENGABDI dan dijalankan oleh suatu sistem, maka bila You suka maka teruskan, you tidak suka maka sebaiknya pergi saja.
- Banyak berkacalah pada para abdi dalem kraton, kalau perlu ngobrol sama dia. Kenapa DIA dari generasi ke generasi mereka mau mengabdi. Ingat bahwa Karyawan juga PENGABDI sama halnya dg abdi dalem.
- Kita harus sadar dengan pengalaman kerja kita juga ilmu yang kita punyai, juga sikap kita , bila perusahaan masih belum memberi jabatan yg dikehendaki.
- Kita harus tahu hukum alam yaitu bahwa Yang sudah punya merek profesional ulet di dunia kerja itu orang Jepang , eropa dan amerika(ibarat TV merek sony dg Samsung tentu akan dibedakan harganya), itu juga karena faktor orang sono sudah mampu membikin merek-merek mereka sendiri sebagai keberhasilan kewirausahaan negara tersebut . jadi Kalau kita telah bekerja keras tapi karir kurang bagus atau gaji dibedakan kita harus sadar bahwa itu mungkin bagian dari hukum alam.
Lalu bagaimana yang berkarir di wirausaha?
Terjun wirausaha itu sangat sulit sekali untuk membuka pertama kalinya, karena ibarat berenang di laut yaitu banyak ombaknya dan ada binatang yang bisa mematikan dll. Tapi mau yang lulusan S3 (SD, SMP, SMU) , S1 , S2, atau S3 beneran. Mereka bisa sama-sama berenang sebebasnya. Mereka bebas berenang kapan saja mau pagi , mau malam, mau siang, terserah siapa yang mau berenang kapanpun waktunya. Tidak ada yang mengawasi.

Hasilya Ternyata di dunia nyata, sudah terbukti bahwa perekonomian suatu bangsa ditentukan oleh para wirausahawan sukses, bahkan di negara maju rata-rata pemimpin negara kebanyakan berlatar belakang wirausaha. Itu fakta nyata, mungkin karena tantangannya dan ujian terlalu berat. Suksesnya wirausaha adalah benar-benar bos, sedangkan suksesnya seorang yang berkarir di dunia kerja tentu masih dibatasi oleh aturan-aturan pemilik modal walupun posisi paling tinggi sekalipun, masih dijalankan oleh suatu sistem, jam kerjanya masih diatur, masih dikejar target oleh pemilik, kalaupun dia mampu berbagai gaya tentu hasil yg dihasilkan masih jauh lebih kecil dibandingkan pemilik . Itulah makanya dikatakan bahwa terjun wirausaha ibarat berenang di lautan yg luas tak terbatas. Siapa yang mampu maka bisa menyeberangi samudra dan tidak ada batas maksudnya kalau lebih mampu lagi maka bisa jadi konglomerat. Dan terbukti juga bahwa 90% dari kekayaan di dunia ini dimiliki oleh
PEBISNIS.

Nah dari cerita di atas, kita bisa mengoreksi diri-sendiri. …
- apakah MENTAL kita itu TIPE PENGBDI atau bukan ?.
- Apakah kita lebih suka tantangan atau takut tantangan ?
- Apakah kita lebih suka dijalankan suatu sistem atau lebih suka yg membuat sistem?
- Apakah kita berani mau berhadapan dengan binatang-binatang buas di lautan yg luas tak terbatas atau tidak ?
- Apakah kita punya perasaan dipenjara atau tidak bila duduk disuatu ruangan yg ukurannya Cuma 4 x 5 m2 setiap hari ?
- Apakah kita suka setiap hari harus dikejar target atau malah senang membuat target ?
- Apakah kita takut resiko atau lebih suka resiko?
- Apakah kita punya mimpi punya penghasilan tak terbatas atau lebih suka pengahasilan terbatas?
- Apakah kita merasa senang kalau disuruh-suruh atau tidak ?
- Apakah kita siap setiap saat dibentak-bentak orang atau lebih suka dibentak-bentak ?

Dari pertanyaan tersebut ANDALAH YANG BISA MENJAWAB ….jadi bukan orang lain yang menjawab. Dan masalah tertarik BERWIRAUSAHA atau menjadi KARYAWAN , cobalah tanya ke pribadi masing-masing. Apa mental kita sebenarnya ????

Para motivator di millis ini pada HAKEKATNYA HANYALAH MEMBUKA MATA ANDA melalui motivasi-motivasi tentang BERWIRAUSAHA, apakah kita bener-bener jenis ELANG yg bisa terbang bebas atau memang kita bener-bener seekor ayam yg tidak bisa terbang bebas ?

Kalau anda merasa jenis Elang, apa salahnya mencoba…?? ???????

kita kan nggak tahu bahwa mungkin kita sebenarnya adalah ELANG yg ada di sekumpulan seekor ayam, karena adanya kolonialisasi lalu kita merasa Cuma seekor ayam .TANPA MENCOBA maka kita hanyalah akan yakin bahwa kita benar-benar seekor ayam yg siap disembebelih kapanpun(PHK) . dan kita harus siap, krn itu salah satu resiko Pekerja.

Suherman

3 Responses to “Pilih mana,Bekerja atau Berusaha ???”

  1. LilY Says:

    tapi gw ga begitu setuju ma kiyosaki. Tulisan dia mengesankan wirausaha terlalu mudah, padahal realitanya ga kayak gitu

  2. EntemnSnumuby Says:

    hi cool

  3. Paskal Says:

    Halo Andika, nice blog, sangat menggugah. Semoga saja makin banyak orang indonesia yg bermental spt Dasar Negara kita: Burung Garuda, yg berani terbang tinggi.

    Aku sendiri br lulus neh, msh dipersimpangan jg Dika. Lebih beruntung dirimu ada yang bimbing (Bpk Suherman), smg aja dirimu dpt memaksimalkan keuntungan2 yang Andika miliki.

    Aku br denger euy, kalo negara yg sehat itu paling gak 10-20% warga negaranya jg Wirausaha, sedangkan negara kita br punya 2%. Mg2 aja Andika bisa menjadi virus yg menyebarkan mental Elang di negara ini.

    Sukses Bro Andika…

Leave a Reply